Thursday, October 15, 2009

PEMBANGUNAN KEHIDUPAN BERAGAMA

1. Agama Sebagai Sumber Nilai Pembangunan

a. Pembangunan untuk mencapai kebahagiaan hidup.

b. Kebahagiaan material nisbi, kebahagiaan mutlak dari Allah, yaitu kebahagiaan batiniah dan lahiriah.

c. Hakikat pembangunan adalah manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia dengan segala totalitasnya, peradabannya, kebudayaannya dan agamanya.

d. Bila tidak total akan terjadi penyimpangan. Ini bertentangan dengan pembangunan nasional

e. Aspirasi sosial harus sejalan dengan keutuhan hidup secara perorangan masyarakat.

f. Pembangunan untuk membangun manusia dan agama untuk kebahagiaan manusia.

g. Pembangunan perlu nilai agama, agama memberi bentuk, arti dan kualitas hidup.

h. Agama memberi motivasi dan tujuan pembangunan.


2. Agama dan Ketahanan Nasional

a. Ketahanan nasional berarti menyatukan kekuatan rakyat bersama aparat pemerintah dan alat keagamaan pemerintah.

b. Agama besar di dunia mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan bangsa dalam wujud tradisi dan adat istiadat, serta corak kebudayaan Indonesia.

c. Usaha bangsa Indonesia memerdekakan bangsa dan negara tidak terlepas dari pengaruh dan motivasi agama.

d. Ketahanan nasional adalah dari, oleh dan untuk seluruh bangsa Indonesia yang beragama, maka ketahanan nasional harus terangkat dengan dukungan umat beragama.


kerukunan antar umat beragama

"Rukun" dari Bahasa Arab "ruknun" artinya asas-asas atau dasar, seperti rukun Islam. Rukun dalam arti adjektiva adalah baik atau damai. Kerukunan hidup umat beragama artinya hidup dalam suasana damai, tidak bertengkar, walaupun berbeda agama. Kerukunan umat beragama adalah program pemerintah meliputi semua agama, semua warga negara RI.

Pada tahun 1967 diadakan musyawarah antar umat beragama, Presiden Soeharto dalam musyawarah tersebut menyatakan antara lain: "Pemerintah tidak akan menghalangi penyebaran suatu agama, dengan syarat penyebaran tersebut ditujukan bagi mereka yang belum beragama di Indonesia. Kepada semua pemuka agama dan masyarakat agar melakukan jiwa toleransi terhadap sesama umat beragama".

Pada tahun 1972 dilaksanakan dialog antar umat beragama. Dialog tersebut adalah suatu forum percakapan antar tokoh-tokoh agama, pemuka masyarakat dan pemerintah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesadaran bersama dan menjalin hubungan pribadi yang akrab dalam menghadapi masalah masyarakat.


Kerukunan umat beragama bertujuan untuk memotivasi dan mendinamisasikan semua umat beragama agar dapat ikut serta dalam pembangunan bangsa.


Pada awalnya wadah tersebut diberi nama Konsultasi Antar Umat Beragama, kemudian berubah menjadi Musyawarah Antar Umat Beragama. Ada tiga kerukunan umat beragama, yaitu sebagai berikut:

1. Kerukunan antar umat beragama.

2. Kerukunan intern umat beragama.

3. Kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Usaha memelihara kesinambungan pembangunan nasional dilakukan antara lain:

1. Menumbuhkan kesadaran beragama.

2. Menumbuhkan kesadaran rasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap Pancasila dan UUD 1945.

3. Menanamkan kesadaran untuk saling memahami kepentingan agama masing-masing.

4. Mencapai masyarakat Pancasila yang agamis dan masyarakat beragama Pancasilais.

Usaha tersebut pada prinsipnya:

a. Tidak mencampuradukan aqidah dengan bukan aqidah.

b. Pertumbuhan dan kesemarakan tidak menimbulkan perbenturan.

c. Yang dirukunkan adalah warga negara yang berbeda agama, bukan aqidah dan ajaran agama.

d. Pemerintah bersikap preventif agar terbina stabilitas dan ketahanan nasional serta terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Sunday, April 26, 2009

Yellow Matter Custard

Yellow Matter Custard is comprised of Mike Portnoy (Dream Theater, Transatlantic) on drums, Neal Morse ex-(Spock's Beard, Transatlantic) on keyboards and guitar, Paul Gilbert (Racer X, Mr. Big) on guitar, and Matt Bissonette, who has played with just about everybody including Joe Satriani, and Ringo Starr of late, on bass. They all sing pretty damn good too - well, maybe not Portnoy. These guys have taken their Beatles seriously and must have rehearsed considerably to play this 30 song set as brilliantly as they did. A funny quote from Portnoy just prior to "Everybody's Got Something To Hide Except Me And My Monkey" says it all as to just how challenging some of these old tunes could be - "It's unbelievable, you have four guys here that play some pretty fucking complicated music in our day jobs with our other bands. We play like 19/16, swapping back and forth a million different time signatures, but this next song totally stumped all four of us, how to start this fucking thing."



This was not an effort to impersonate The Beatles, such as 1964 -The Tribute does, or to painstakingly duplicate every musical note with live instruments and no samples, such as The Fab Faux does. Sure Bissonette broke out his Hofner bass, and Morse finally got to use his Rickenbacker guitar, but these guys were just up their jamming, with a little help from their friend Bert Baldwin who added some extra keyboards, percussion, and samples from backstage. The most refreshing aspect of this performance is that they included many of the more obscure Beatles tracks such as "I Call Your Name" from The Beatle's Second Album, "When I Get Home" from A Hard Days Night, "Rain" the B-side to "Paperback Writer", "Baby's In Black" from Beatles For Sale, and "Think For Yourself from Rubber Soul."